Humor Sufi Nasruddin Hoja
1. Antara Kekayaan dan Kebijaksanaan
Suatu hari, Nasruddin Hoja duduk berbincang dengan seorang cendekiawan.
“Menurutmu, apa yang paling dicari orang dalam hidup?” tanya sang cendekiawan.
“Banyak hal,” jawab Nasruddin. “Misalnya ada yang mengejar kebijaksanaan, dan ada yang mengejar kekayaan.”
“Kalau kamu sendiri?” tanya sang cendekiawan.
Nasruddin menjawab, “Kalau harus memilih, saya pilih kekayaan.”
Cendekiawan itu membalas, “Kalau saya, justru memilih kebijaksanaan. Kekayaan bisa habis, tetapi kebijaksanaan akan tetap berguna sepanjang hidup.”
Nasruddin berkata sambil tersenyum, “Ya, kita memang cenderung memilih apa yang belum kita punya.”
1. Khotbah Nasruddin
Nasruddin Hoja naik ke mimbar dan bertanya kepada jamaah, “Apakah kalian tahu apa yang akan saya sampaikan?”
Jamaah menjawab, “Tidak tahu.”
“Kalau begitu, untuk apa saya bicara kepada orang yang tidak tahu?” kata Nasruddin Hoja. Setelah itu, ia turun dari mimbar dan pergi.
Keesokan harinya, Nasruddin Hoja kembali naik ke mimbar dan mengajukan pertanyaan yang sama.
Kali ini jamaah menjawab, “Tahu!”
“Kalau sudah tahu, saya tidak perlu menjelaskannya lagi,” jawab Nasruddin Hoja. Ia pun turun dari mimbar dan meninggalkan jamaah yang semakin bingung.
Pada hari ketiga, Nasruddin Hoja kembali datang. Ia kembali bertanya, “Apakah kalian tahu apa yang akan saya sampaikan?”
Jamaah sudah belajar dari kejadian sebelumnya. Mereka membagi jawaban. Sebagian menjawab, “Tahu,” sementara yang lain berkata, “Tidak tahu.”
Nasruddin Hoja tersenyum. “Bagus. Kalau begitu, yang sudah tahu silakan menjelaskan kepada yang belum tahu.”
Setelah mengatakan itu, Nasruddin Hoja turun dari mimbar dan pulang.
Nasruddin dan Mimpi Sembilan Koin Emas
Suatu malam, Nasruddin Hoja bermimpi sedang menjual sebuah barang. Seorang pembeli menawar sembilan koin emas, tetapi Nasruddin bersikeras meminta sepuluh koin.
Keduanya terus berdebat soal harga. Nasruddin tetap tidak mau mengalah.
Tiba-tiba Nasruddin terbangun. Ia membuka tangannya dan melihat tidak ada satu koin pun di sana. Baru saat itulah ia sadar bahwa transaksi tadi hanya terjadi dalam mimpi.
Nasruddin segera memejamkan mata lagi, mengulurkan tangannya, lalu berkata, “Ya sudah, ya sudah... sembilan koin emas saja. Deal!”
Posting Komentar untuk "Humor Sufi Nasruddin Hoja"