Kisah Lucu dan Jenaka Nasruddin Hoja
Gaya Memanah Nasruddin
Suatu hari, sang Raja ingin mempermalukan Nasrudin di hadapan para prajurit. Ia menyuruh Nasrudin memanah sebuah papan sasaran dengan taruhan sekarung emas jika berhasil dan hukuman jika gagal.
Nasrudin menarik busurnya dan melepaskan panah. Namun, panah itu melambung tinggi dan meleset jauh dari sasaran. Para prajurit mulai menahan tawa, sementara Nasrudin diam-diam cemas. Ia segera menemukan akal. Dengan wajah serius, ia berkata, “Itulah gaya memanah Perdana Menteri kita, Baginda. Selalu membidik lebih tinggi dari target.”
Sang Raja mengernyitkan dahi, tetapi Nasrudin sudah mengambil panah berikutnya. Kali ini panahnya jatuh di tanah sebelum mencapai sasaran. Beberapa prajurit tertawa kecil. Nasrudin semakin khawatir, lalu buru-buru berkata, “Dan itu gaya memanah Penasihat Kerajaan. Rendah hati, tidak suka yang tinggi-tinggi.”
Para prajurit kini tertawa lebih lepas, sementara sang Raja hanya menggelengkan kepala. Nasrudin kembali membidik dan melepaskan panah terakhir. Kali ini anak panah melesat lurus dan tepat menancap di tengah sasaran.
Para prajurit bersorak. Nasrudin membusungkan dada, lalu berkata, “Nah, Baginda! Kalau yang barusan itu barulah gaya memanah Nasrudin.”
Daging Itu Baik Atau Tidak?
Suatu hari, istri Nasruddin Hoja menyajikan daging untuk makan malam. Nasruddin menyantapnya dengan lahap sambil berkata, "Daging ini luar biasa bagus untuk kesehatan, penuh protein!"
Besoknya, Nasruddin kembali meminta daging. Istrinya menjawab, "Dagingnya sudah habis."
Nasruddin santai membalas, "Tidak apa-apa. Lagipula daging kalau sering dimakan bisa bikin kolesterol tinggi."
Istrinya heran, "Jadi sebenarnya daging itu baik untuk kesehatan atau bikin kolesterol?"
Nasruddin menjawab santai, "Itu tergantung... dagingnya ada atau tidak."
Baca juga: Anekdot Lucu Nasruddin Hoja
Baca juga: Kisah Sufi Nasruddin Hoja
Posting Komentar untuk "Kisah Lucu dan Jenaka Nasruddin Hoja"