-->

Translate

Ngotot Jalankan Ritual dan Meditasi di Bukit Pantai Selatan Jember Meski Sudah Diingatkan, 23 Warga Terseret Ombak Besar

-- --

Menjalankan ritual di tempat-tempat yang dianggap keramat masih lazim dilakukan di Indonesia.

Ritual yang dilakukan pun bermacam-macam, mulai dari bermeditasi hingga memberikan persembahan.


Ritual ini pun dilakukan guna mencapai tujuan, biasanya memperoleh ketenangan, wibawa, hingga dilancarakan segala urusan duniawi.


Sayangnya, ritual yang dilakukan di Pantai Payangan di Kecamatan Ambulu, Jember, Jatim ini malah menelan korban.


Melansir Tribunnews.com, 23 warga asal padepokan Jamaah Tunggal Jati Nusantara ini terseret ombak pantai saat melakukan ritual.


23 warga ini terhimpun dari berbagai kecamatan, mereka berangkat dari Desa Dukuhmencek Kecamatan Sukorambi untuk menggelar ritual di area Pantai Payangan dan Watu ulo.


Mereka pun tiba di Pantai Payangan pada tengah malam atau sekitar pukul 23.00 WIB.


Kapolsek Ambulu AKP Makruf mengungkap bahwa peserta ritual ini telah diingatkan agar tak pergi ke pantai lantaran ombak yang sedang tinggi.


"Namun rombongan itu tetap ke pantai untuk ritual," kata Kapolsek Ambulu AKP Makruf.


Diperkirakan, sekitar pukul 00.25 WIB, 23 orang yang mengikuti ritual tersebut terseret ombak.


Dilansir Grid.ID dari Kompas.com pada Minggu (13/2/2022), tim gabungan TNI-Polri dan SAR melakukan evakuasi korban yang meninggal.

Dugaan sementara, saat sedang bermeditasi para korban terseret ombak besar sebanyak dua kali hingga sebagian ditemukan meninggal dunia di pesisir pantai Payangan.


10 korban diduga ditemukan meninggal dunia, para keluarga korban yang datang mengambil jenazah menangis tersedu.


Proses evakuasi korban pun masih terus dilakukan hingga saat ini, korban yang ditemukan segera dilarikan ke puskesmas terdekat.


-- --

0 Response to "Ngotot Jalankan Ritual dan Meditasi di Bukit Pantai Selatan Jember Meski Sudah Diingatkan, 23 Warga Terseret Ombak Besar"

Post a Comment