.post-body #baca-juga strong { display: inline; }
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Kesenian Tradisional Banten

Kesenian Tradisional Banten terdiri dari Debus Banten, Rampak bedug, kesenian Buaya Putih, alat musik tradisional khas Banten dan tarian tradisional khas Banten

Kesenian Tradisional Banten

Banten adalah merupakan sebuah provinsi yang terletak di Ujung Barat Pulau Jawa dan juga merupakan pintu Gerbang Pulau Jawa dan Sumatera.

Provinsi Banten memiliki 4 Kabupaten dan 4 Kota diantaranya, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak dan juga Kabupaten Tanggerang, Kota Serang, Tanggerang Selatan, Tanggerang Kota dan Kota Cilegon.

Banten sendiri memiliki banyak jenis kesenian Tradisional seperti tari adat tradisional dan alat musik tradisional khas Banten dan masih banyak lainnya.

Nah pada kesempatan kali ini bahastuntas.com  ingin memperkenalkan kepada kalian nih 5 Jenis Kesenian Tradisional Provinsi Banten yang wajib ketahui, diantara nya sebagai berikut.

5 Jenis Kesenian Tradisional Banten

  • Debus Banten
Debus Banten adalah salah satu kesenian Tradisional yang paling populer, yang dimana kesenian ini memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam, seperti menggorok leher dengan Golok tajam, memakan bara api yang panas dan memakan serpihan kaca.

Debus Banten adalah salah satu kesenian Tradisional yang paling populer, yang dimana kesenian ini memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam, seperti menggorok leher dengan Golok tajam, memakan bara api yang panas dan memakan serpihan kaca.

Pada abad ke-17 debus di perkenalkan oleh kerjaan Tirtayasa sebagai alat untuk membangkitkan semangat para pejuang dan prajurit kerajaan saat akan berperang melawan Penjajah.

Pada perkembangan selanjutnya debus diperkenalkan sebagai ragam budaya Banten, sehingga kesenian ini banyak di sukai masyarakat Banten dan masyarakat Indonesia.

Kesenian Tradisional Debus berkembang di berbagai kota pada provisi Banten, seperti Kabupaten Lebak, Pandeglang, Kota Serang dan Kota Cilegon.

  • Kesenian Buaya Putih
Kesenian Tradisional Buaya Putih berkembang di kampung Curugdahu Desa Kadubeureum kecamatan Padarincang kabupaten Serang.

Kesenian Tradisional Buaya Putih berkembang di kampung Curugdahu Desa Kadubeureum kecamatan Padarincang kabupaten Serang.

Iringan arak buaya putih dilakukan pada waktu tertentu seperti orang hajatan, pernikahan, khiatan. Biasanya dilakukan nya untuk mengirimkan keperluan bahan hajatan, yang sudah menjadi ciri khas daerah setempat.

Nama Buaya sendiri digunakan karena bahan hajatan yang dikirim di bentuk mirip dengan buaya dan berwarna putih, karena itu kesenian tradisional ini disebut kesenian Buaya Putih.

Untuk memainkan kesenian ini memerlukan 40 Orang, yang diantaranya 4 Orang laki-laki yang bertugas membawa umbul-umbul sebagai pembatas barisan, 2 orang bagian depan, 2 orang lagi sebagai pemegang spanduk, 1 orang sebagai penarik penonton dan di belakang 10 orang sebagai penari Mojang Desa. Terdapat sepasang pengantin yang di apit kedua orang tua dan sebagai pelengkap terdapat seorang yang membawa Payung Kebesaran.

Di bagian barisan tengah terdapat 4 orang laki-laki yang bertugas pemikul Buaya Putih, di iringi seorang pawang Buaya yang bernama Mak Ijah dan diiringi 14 orang pemain musik tradisional yang terdiri dari Rudat.

  • Rampak Bedug
Rampak Bedug adalah tarian tradisional yang dipadukan dengan instrumen musik khas Banten.

Rampak Bedug adalah tarian tradisional yang dipadukan dengan instrumen musik khas Banten.

Terdapat 4 Bedug yang diikat kain merah dan biru, dipukul oleh pemain yang berdiri ditengah dan dipinggiran panggung terdapat iringan musik tradisional yang dilakukan oleh sekelompok pemain lain.

Seni rampak bedug bermula dari kebiasaan warga penduduk yang berkeliling kampung sambil memukul Bedug di saat waktu Sahur pada bulan puasa. Tarian rampak bedug dari Banten sekilas mirip dengan rampak dari Aceh, tapi berbeda. Rampak bedug di mainkan beramai-ramai.

  • Pantung Bambu
Pantung Bambu adalah alat musik khas kota Cilegon, terbuat dari bambu yang berukuran rata-rata 10cm dan panjang 80cm

Pantung Bambu adalah alat musik khas kota Cilegon, terbuat dari bambu yang berukuran rata-rata 10cm dan panjang 80cm. Dalam 1 grup Pantung Bambu sedikit nya memerlukan 3 Pantung yang terdiri dari Pantun melodi gendang tampak, Pantun bas gendang dan Pantun ritme patintung.

Alat musik Pantung Bambu dapat di kolaborasikan dengan alat musik lainnya, seperti patintun, Rudat, terbang gede dan lainnya.

  • Dzikir Saman
Dzikir Saman adalah kesenian Tradisional Banten yang terletak di Kabupaten Pandeglang, yang menggunakan metode Tarian dan Lagu (vokal) serta syair-syair yang melantunkan nama-nama Asma Allah dan pujian kepada Nabi Muhammad Saw.

Dzikir Saman adalah kesenian Tradisional Banten yang terletak di Kabupaten Pandeglang, yang menggunakan metode Tarian dan Lagu (vokal) serta syair-syair yang melantunkan nama-nama Asma Allah dan pujian kepada Nabi Muhammad Saw.

Tarian Saman asal kesultanan Banten dikenalkan pada abad ke-18 sebagai upacara keagamaan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad pada bulan Maulid.

Pada generasi sekarang tarian Dzikir Saman dikembangkan dan bisa digunakan pada acara Hajatan.


Nah mungkin sekian banyak yang saya bisa sampaikan pada artikel kali ini, Semoga dengan adanya artikel ini wawasan anda semakin luas.

Penutup

Terimakasih sudah mampir ke Artikel  Kesenian Tradisional Banten

Posting Komentar untuk "5 Kesenian Tradisional Banten"